Memperbaiki Flash Disk Rusak / Mati / Error
09 Sabtu Okt 2010
09 Sabtu Okt 2010
25 Sabtu Sep 2010
30 Senin Agu 2010
Tutorial Menghapus Virus Pengeksploitasi Celah Windows
Jakarta – Kehadiran virus W32/VBWorm.BEUA atau yang lebih dikenal sebagai virus shortcut yang mengeksploitasi celah keamanan terbilang cukup meresahkan. Sebab, meski berlabel virus lokal, ia tidak hanya memanfaatkan keteledoran pengguna. Namun telah ‘naik kelas’ dengan menerobos celah keamanan Windows.
Simak 8 langkah praktis untuk mendepak virus yang mampu mengubah folder yang ada di dalam USB flash disk menjadi shortcut tersebut, menurut Adang Jauhar Taufik, analis dari Vaksincom:
1. Nonaktifkan ‘System Restore’ untuk sementara selama proses pembersihan.
2. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan tools ‘Ice Sword’. Setelah tools tersebut terinstal, pilih file yang mempunyai icon ‘Microsoft Visual Basic Project’ kemudian klik ‘Terminate Process’. Silahkan download tools tersebut di http://icesword.en.softonic.com/
4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus dengan cara:
-. Klik menu [Start]
-. Klik [Run]
-. Ketik REGEDIT.exe, kemudian klik tombol [OK]
-. Pada aplikasi Registry Editor, telusuri key [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
-. Kemudian hapus key yang mempunyai data [C:\Document and Settings\%user%].
5. Disable autoplay/autorun Windows. Copy script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, install file tersebut dengan cara: Klik kanan REPAIR.INF –> INSTALL
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255
6. Hapus File induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus termasuk di flash disk. Untuk mempercepat proses pencarian, Anda dapat menggunakan fungsi ‘Search’. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan semua file yang tersembunyi dengan mengubah pada setting Folder Options.
Jangan sampai terjadi kesalahan pada saat menghapus file induk maupun file duplikat yang telah dibuat oleh virus. Lalu hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:
-. Icon ‘Microsoft Visual Basic Project’.
-. Ukuran File 128 KB (untuk varian lain akan mempunyai ukuran yang bervariasi).
-. Ekstesi file ‘.EXE’ atau ‘.SCR’.
-. Type file ‘Application’ atau ‘Screen Saver’.
Kemudian hapus File duplikat shortcut yang mempunyai ciri-ciri:
>. Icon Folder atau icon
>. Ekstensi .LNK
>. Type File ‘Shortcut’
>. Ukuran file 1 KB
Hapus juga file yang .DLL (contoh: ert.dll) dan file Autorun.inf di flash disk atau folder yang di-share. Sementara untuk menghindari virus tersebut aktif kembali, hapus file induk yang mempunyai ekstensi EXE atau SCR terlebih dahulu baru kemudian hapus file Shortcut (.LNK).
7. Tampilkan kembali folder yang telah disembunyikan oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut, silahkan download tools UnHide File and Folder di http://www.flashshare.com/bfu/download.html.
Setelah diinstall, pilih direktori [C:\Documents and settings] dan folder yang ada di flash disk dengan cara menggeser ke kolom yang sudah tersedia. Pada menu [Attributes] kosongkan semua pilihan yang ada, kemudian klik tombol [Change Attributes].
8. Install security patch ‘Microsoft Windows Shell shortcut handling remote code execution vulnerability-MS10-046′. Silakan download security patch tersebut di http://www.microsoft.com/technet/security/Bulletin/MS10-046.mspx
Seperti biasa, untuk pembersihan secara optimal dan menecegah infeksi ulang, sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik.
17 Selasa Agu 2010
Malware (program jahat) patut diwaspadai karena keberadaannya kian merambah ke berbagai perangkat, termasuk ponsel Android. Hal ini dibuktikan oleh hasil temuan Kaspersky yang mendapati malware pada ponsel dengan sistem operasi dari Google.
“Malware bernama ‘Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a’ muncul sebagai aplikasi media player pada umumnya, namun dapat mengirim SMS ke nomor premium tanpa sepengetahuan pengguna,” ujar Mobile Research Group Manager Kaspersky Lab Denis Maslennikov. Kaspersky bahkan mengklaim temuannya merupakan malware pertama yang pernah ditemukan pada ponsel Android.
Maka tidak mengherankan jika Kaspersky kemudian memasukkan malware berukuran 13 Kbytes tersebut ke dalam database antivirus mereka. Padahal Kaspersky sendiri tidak memiliki produk solusi antivirus untuk perangkat berbasis Android. Dikutip detikINET dari PC World, Rabu (11/8/2010), hal ini kemudian mendorong Kaspersky untuk membuat antivirus khusus Android yang kabarnya akan dirilis awal 2011.
Sebagai tambahan, Maslennikov menyarankan agar pengguna berhati-hati ketika memenuhi persyaratan yang diminta sebuah aplikasi sebelum menginstalnya. Artinya, malware tersebut tidak akan menyebar begitu mudahnya di dalam sebuah perangkat tanpa seizin penggunanya.
17 Selasa Agu 2010
Hati-hati, jangan asal mendownload antivirus gratis di internet. Sebab bisa saja justru itu adalah virus yang tengah menyamar. Kasus terbaru menyebutkan, ada varian yang mendompleng Microsoft Security Essential, anti virus besutan Microsoft.
Menurut analis dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik, varian virus yang kini tengah menjadi buah bibir tersebut bernama W32/Bredolab.GY. Norman Security Suite mengenalinya sebagai W32/FakeAV. Virus ini mempunyai tugas untuk membuka port dan melakukan koneksi ke website yang telah ditentukan kemudian mendownload trojan atau virus lain.
“Virus ini juga akan mendownload dan menginstal sebuah program anti virus palsu dengan nama ‘Security Essentials 2010′ secara otomatis, jika Anda melihat tampilannya juga tidak akan percaya bahwa anti virus tersebut sebenarnya adalah virus yang memalsukan dirinya sebagai anti virus,” paparnya, kepada detikINET, Kamis (12/8/2010).
Tentu saja, jika dilihat dari namanya yang sama dengan antivirus kepunyaan Microsoft, virus ini dapat dengan mudah menipu korbannya. Hanya saja, perbedaannya di antara keduanya dapat dibedakan dari segi tampilan.
Selain itu untuk mendapatkan versi full dari program ‘Security Essentials 2010′ gadungan ini, Anda bakal ditawarkan untuk melakukan pembelian terlebih dahulu. Padahal, ‘Microsoft Security Essentials’ yang asli adalah program gratis yang dikeluarkan langsung oleh Microsoft.
Anti virus palsu yang diinstal oleh W32/Bredolab.GY ini memang cukup menarik perhatian. Apalagi ia akan menampilkan beberapa nama virus ‘berbahaya’ yang berhasil dikenali serta peringatan-peringatan lain yang mengiformasikan adanya upaya dari pihak luar yang mencoba untuk menyusup ke dalam komputer yang berhasil ditangkal oleh Firewall palsu dari antivirus tersebut.
“Untuk menarik perhatian korban, W32/akan menampilkan beberapa peringatan palsu berupa hasil deteksi virus dilengkapi dengan tingkat risiko dari virus tersebut lengkap dengan tombol pembersih (Remove Threats). Jika user memilih tombol tersebut maka W32/FakeAV akan menampilkan sebuah layar konfirmasi yang mengharuskan Anda untuk melakukan aktivasi/register program tersebut terlebih dahulu. Jika user tidak memiliki kode aktivasi, W32/FakeAV akan menyediakan tombol bantu lain untuk mendapatkan kode aktivasi yakni ‘Get License’,” jelas Adang.
Nah, jika user mengklik tombol tersebut maka W32/FakeAV akan menggiring korban untuk mengisi sederetan kolom-kolom yang akan ditampilkan oleh website yang sudah dipersiapkan yang merupakan website jebakan dengan dalih untuk mendapatkan produk ‘full version’. Tentu saja, sebaiknya jangan Anda isi, karena bukan antivirus palsu tersebut yang Anda dapatkan melainkan sejumlah uang akan melayang dengan percuma tanpa bisa membersihkan virus tersebut.
Bahkan untuk lebih meyakinkan lagi, lanjutnya, antivirus palsu ini juga mempunyai fasilitas untuk update virus definisi layaknya antivirus sesungguhnya.
Untuk mengelabui user, W32/Bredolab.GY akan menggunakan rekayasa sosial dengan memanfaatkan icon MS.Word dengan ekstensi EXE. Virus ini akan dikompresi dengan menggunakan UPX dan mempunyai ukuran sekitar 50 KB, sedangkan sebelum dikompres mempunyai ukuran 76 KB.
“Agar tidak mudah dibersihkan oleh user, W32/FakeAV akan melumpuhkan beberapa fungsi Windows seperti Task Manager, Registry Editor atau CMD. Selain itu ia akan blok sederetan proses yang mempunyai nama tertentu dengan menampilkan peringatan ‘palsu’ seolah-olah file tersebut telah terinfeksi virus,” Adang menandaskan.
17 Selasa Agu 2010
Posted in berbahaya, malware, service komputer jakarta, trojan
Kaspersky Lab mengupdate data 50 malware paling berbahaya di Indonesia. Data tersebut diambil berdasar laporan Kaspersky Lab untuk periode 5 – 12 Agustus 2010.
Data berikut merupakan konten yang dikumpulkan dari server Kaspersky, berdasarkan jumlah serangan yang dikirimkan ke jaringan keamanan Kaspersky.
Adapun jumlah server jaringan keamanan Kaspersky saat ini berjumlah lebih dari 7.000. Untuk menyeleksinya menjadi top 50, malware-malware tersebut diukur tingkat bahayanya dengan jumlah serangan pada ribuan server Kaspersky di seluruh dunia.
Berdasar keterangan tertulis Kaspersky yang diterima detikINET, Jumat (13/8/2010), berikut adalah data urutan malware-malware berbahaya di Indonesia pada awal bulan ini:
—————————————————-
Nama Malware Hits
—————————————————-
Packed.Win32.Katusha.o 33.6842%
HEUR:Trojan.Win32.Generic 18.9474%
Trojan-Banker.Win32.Banker.ubf 4.2105%
Backdoor.Win32.Agent.awhk 3.1579%
Trojan-Dropper.Win32.Delf.ejv 2.1053%
Net-Worm.Win32.Kido.ih 2.1053%
Trojan.Win32.Refroso.bojv 2.1053%
Exploit.Win32.DCom.ad 2.1053%
not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.p 2.1053%
not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.q 2.1053%
Trojan-Dropper.Win32.Clons.hpx 2.1053%
Trojan-Spy.Win32.Ardamaxer.a 2.1053%
Trojan-Dropper.MSIL.Agent.ate 1.0526%
Packed.Win32.Black.d 1.0526%
HackTool.Win32.Flooder.z 1.0526%
HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic 1.0526%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.edla 1.0526%
Trojan.NSIS.StartPage.bb 1.0526%
Trojan-PSW.Win32.Dybalom.bkn 1.0526%
Backdoor.Win32.Aimbot.cg 1.0526%
Trojan.Win32.Agent.defn 1.0526%
Trojan.Win32.Buzus.fbur 1.0526%
Backdoor.MSIL.Agent.ju 1.0526%
Trojan.Win32.Agent.efdi 1.0526%
Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.wzfj 1.0526%
not-a-virus:AdWare.Win32.Rabio.xt 1.0526%
HackTool.Win32.Kiser.mc 1.0526%
Trojan-Dropper.Win32.Delf.fny 1.0526%
Backdoor.Win32.Bifrose.ceow 1.0526%
Trojan-Dropper.Win32.Delf.cjc 1.0526%
Trojan.Win32.Refroso.aavu 1.0526%
Packed.Win32.Krap.ae 1.0526%
Backdoor.Win32.Surila.ck 1.0526%
Trojan-Spy.Win32.Zbot.alpq 1.0526%
17 Selasa Agu 2010
Virus Stuxnet, atau dikenal juga dengan sebutan Winsta, melahap semua lahan kosong di hardisk hingga penuh. Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, kepada detikINET, Jumat (30/7/2010), Indonesia adalah negara dengan korban Stuxnet terbanyak kedua di dunia setelah Iran.
Virus yang awalnya menyebar dari berbagai situs porno, program bajakan dan konten ‘abu-abu’ lainnya itu cukup meresahkan. Berikut adalah langkah-langkah membasmi virus itu, seperti dituturkan oleh analis antivirus Vaksincom Adi Saputra:
1. Menggunakan Dr Web CureIt
Adi menyarankan korban Winsta alias Stuxnet itu untuk mengunduh piranti lunak penghapus virus. Removal Tools bernama Dr.Web CureIt itu bisa diunduh dari situs FreeDrWeb.com
2. Perbaiki Registri
Kemudian, Adi menyarankan perbaikan pada regitri Windows yang sudah dimodifikasi oleh virus. Caranya, pertama-tama, salin script di bawah ini ke file Wordpad.
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden,0×00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, SuperHidden,0×00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, HideFileExt,0×00010001,0
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
[del]
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\MRxCls
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\MRxNet
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\MRxCls
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\MRxNet
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXClS
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXNET
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXClS
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXNET
Kemudian, simpan file dengan nama ‘repair.inf’. Gunakan pilihan Save as type menjadi Text Document agar tidak terjadi kesalahan. Lalu, klik kanan file ‘repair.inf’, pilih ‘Install’ dan restart komputer.
“Bersihkan temporary file, hal ini agar dapat mencegah sisa trojan yang mencoba aktif kembali. Gunakan tools seperti ATF Cleaner atau gunakan fitur Windows yaitu Disk Clean-Up,” tulis Adi.
3. Solusi Darurat
Selain itu, berikut adalah script darurat yang bisa digunakan untuk mencegah agar Winsta tidak kembali menginfeksi. Simpan script berikut dengan nama Winsta.bat (tipe file: Text)
@echo off
del /f c:\windows\system32\winsta.exe
rem rd c:\windows\system32\winsta.exe
md c:\windows\system32\winsta.exe
del /f c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
rem rd c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
md c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
del /f c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
rem rd c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
md c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
attrib +r +h +s c:\windows\system32\winsta.exe
attrib +r +h +s c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
attrib +r +h +s c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
Setelah selesai, klik ganda file Winsta.bat yang dihasilkan. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, scan kembali menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik.
25 Minggu Jul 2010
30 Rabu Jun 2010
30 Rabu Jun 2010
Meningkatnya spam pada bulan Juni 2010 dari .ru dan EMEA (Europa, Middle East dan Africa) yang merangkak naik menuju pengiriman setengah dari seluruh spam di seluruh dunia. Tidak diragukan lagi bahwa jejaring sosial yang tengah naik daun lebih dari 400 juta pengguna aktif, dijamuri oleh spam. Spammer membajak kepada pengguna jejaring sosial dengan berbagai cara, seperti membuat pesan yang menyerupai email notifikasi resmi. Saat pengguna mengklik untuk membaca “important notification”, mereka diarahkan pada situs berbeda: http://odnbo.[DOMAIN REDACTED].net/Wharton.html
URL unik tersebut adalah contoh dari domain yang dibajak sehingga spammer memperoleh akses ilegal ke server yang sah dan menempatkan file HTML. Hal ini membantu spammer menghindari penyaring berbasis reputasi URL. Meskipun file HTML pada domain yang dibajak kadang diberikan dengan maksud untuk mengirimkan konten spam, spam tersebut menggunakan teknik pengalihan untuk mengarahkan pengguna pada situs lainnya (obat-obatan online). Meskipun motif spammer ini untuk menjual obat-obatan palsu, Symantec telah menemukan serangan lain dengan tujuan mencuri identitas pengguna. Saat pengguna menjadi korban dari pesan tersebut, akunnya digunakan dengan pintar oleh spammer untuk mengirimkan lebih banyak lagi spam. Hal ini sangat berbahaya karena pengguna lebih rentan untuk mempercayai pesan dari teman-temannya. Dalam satu hal, teknik ini mirip dengan yang digunakan mass mailing worm seperti virus Melissa yang bisa menginfeksi daftar kontak Outlook pengguna hingga mengirimkan email sendiri secara otomatis. Beberapa cara yang digunakan spammer dalam memanfaatkan jejaring sosial adalah sebagai berikut : Symantec mengingatkan kepada para pengguna internet, bahwa cara yang teraman dalam menghindari spammer adalah pengguna harus mengunjungi website jejaring sosial secara langsung pada sebuah window browser baru (tidak mengklik atau cut dan paste link dalam suatu pesan email). Pengguna juga tidak mengklik link yang tidak dikenal di dalam notifikasi email, walaupun diperlihatkan secara langsung dalam website jejaring sosial.