Pada bulan Desember 2009, wilayah Asia Pasifik Jepang (APJ) dan Amerika Selatan telah mengambil pangsa spam yang biasanya dipimpin oleh wilayah Amerika Utara dan EMEA. Fakta tersebut CHIP ambil langsung dari Laporan Bulanan yang secara rutin dikirimkan oleh Symantec. Ukuran spam yang dikirimkan oleh para penjahat maya tersebut pun bervariasi. Symantec mencatat kalau rata-rata ukuran pesan yang ada di antara 2kb – 5kb meningkat sebesar 7%. Sedangkan ukuran pesan 5kb-10kb menurun sebesar 6% pada Desember 2009.

Symantec juga mencatat beberapa tren malware yang ditaruh pada pesan spam. Liburan Natal kemarin juga menjadi momen berharga bagi para spammer. Mereka mengirimkan berbagai macam kartu Natal yang berisi Malware. Bukan kartu Natal yang korbannya dapatkan, melainkan berbagai macam penawaran, mulai dari barang tiruan, produk obat-obatan online, hingga jenis scam Nigeria. Penting untuk diingat bahwa pesan spam ini bisa dengan mudah dirubah menjadi phising/email penipuan. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat perubahan kecil pada sumber pesan email tersebut.

Pada Desember 2009, subyek teratas yang digunakan spammer didominasi oleh campuran spam tipe Nigeria dan obat-obatan online. Hal ini berhubungan dengan meningkat dua kali lipatnya kategori “kesehatan” dari 8% pada November 2009 menjadi 16% pada Desember 2009. Sementara itu, spam NDR bounce, yang muncul pada daftar bulan sebelumnya, rata-rata mencapai 1.28% dari keseluruhan spam (mencapai 2.23% pada November). Pesan spam berisi malware juga menurun, rata-rata sebesar 0.32% dari keseluruhan pesan spam (mencapai 1.35% pada November).

Pesan spam dengan IP bajakan meningkat 3 kali lipat lebih pada Desember 2009, dibandingkan dengan volume pada November 2009. Meskipun tipe serangan ini porsinya sangat kecil dalam keseluruhan pesan spam, ada beberapa saat tertentu di bulan Desember di mana spam jenis “dotted quad” menyumbangkan persentase yang signifikan. Sebagai contoh, spam tersebut pernah menyumbang sebesar 25% dari keseluruhan spam pada jam 6:00 pagi PST pada 24 Desember.

Para peneliti Symantec menyelidiki kenaikan tajam tersebut dan menemukan penyebab sebenarnya diantara pesan spam tersebut. Serangan spam tertentu yang mengarahkan pengguna ke situs obat-obatan online dalam kampanyenya menggunakan IP bajakan. Seperti biasa, pengguna tidak yakin apakah obat-obatan tersebut asli kalaupun pada akhirnya benar-benar dikirim. Lebih buruk lagi, kemungkinan besar pengguna yang memesan melalui situs tersebut akan menjadi korban pencurian identitas. Para pengguna disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sendiri untuk masalah-masalah kesehatan mereka.